Minggu, 04 Januari 2015

biang sabun cair

Menurut wikipedia "Sabun yang berasal dari bahasa India/Hindi साबुन adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun." 
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun. - See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun. - See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf

Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Di jaman modern ini kebiasaan para ibu rumah tangga telah mengalami beberapa pergeseran dalam beberapa hal. kebiasaan ibu rumah tangga dalam kegiatan cuci mencuci peralatan dapur. Sebelumnya, dalam kegiatan cuci mencuci perkakas dapur para ibu rumah tangga biasanya menggunakan abu gosok, sabun ( detergen ) pasta, atau kombinasi keduanya. Sekarang beralih menggunakan sabun cuci cair untuk mencuci dan membersihkan peralatan dapurnya. Disamping karena harganya sendiri yang cukup terjangkau, menggunakan sabun cuci cair jauh lebih praktis. Dan konon jauh lebih higienis jika ditinjau dari segi kesehatan.
Sehingga makin hari kebutuhan akan sabun cair makin meningkat. 
Itulah sebabnya saat ini, banyak sekali produk-produk sabun cair yang bisa ditemui. 
Disamping “meng-enakkan” pemakainya – sabun cair jika lebih memudahkan produsennya. 
Sebab untuk membuat dan memproduksi sabun cair, tidak diperlukan bahan dan peralatan yang banyak. Proses produksinya juga tidaklah serumit ketika dibandingkan dengan proses pembuatan sabun pasta. 


 hasil jadiSebagaimana produk-produk sabun pembersih lainnya ( pasta atau powder ), sabun cair pada komposisinya juga selalu tersusun dari keluarga surfactans
Sebab dengan adanya surfactant dalam formulasi akan mampu memberikan rentetan efek pembersihan yang dibutuhkan. Misalnya untuk wetting agent, penetrant juga untuk fungsi pembusaan dan mengangkat kotoran, Di pasaran produk sabun cair yang beredar sangat beragam. 
Dari yang berkualitas seadanya sampai yang berkualitas bagus. Dengan harga yang sangat terjangkau sampai dengan harga yang cukup mahal. 

Apabila tertarik, anda sebenarnya bisa membuat sabun cair sendiri. Jangan khawatir, untuk membuat sebuah sabun cair, tidak diperlukan sebuah peralatan yang khusus. 
Dan lagi proses pembuatannya amat sangat sederhana. 
Semudah membuat secangkir kopi untuk cara membuatnya. 
Jangan khawatir pula dalam hal kualitas. 
Sabun cair buatan anda sendiri tidak akan kalah kelas dengan sabun cair yang dijual di pasaran. 
Dan jangan khawatir pula dalam hal biaya. Ada formulasi sabun cair yang bisa anda buat dengan biaya yang sangat ekonomis
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
sabun Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.  Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu 2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.
  2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.
  3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
- See more at: http://www.kamusq.com/2013/12/sabun-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.vEB8NSTL.dpuf
Dari sekian banyak bahan dan formulasi yang bisa digunakan untuk membuat sebuah sabun cair, jika tertarik anda dapat menggunakan bahan dan formulasi sabun cair yang cukup bagus di bawah ini : 



Bahan dan formulasi sabun cair yang bagus namun ekonomis 



Dexamenasafhone
Garam                                                  

Magnesium sulfat MgSO4                                     
Pewarna                                               

Parfum  
Aquades                                               

Keterangan


- Emal sendiri merupakan salah satu keluarga surfactant, sehingga tentu saja sudah memiliki efek detergency.
- Magnesium sulfat MgSO4 merupakan bahan untuk mengangkat lemak maupun kotoran yang membandel

- Pewarna, Karena sabun cair nantinya digunakan untuk mencuci peralatan dapur khususnya , maka untuk pewarna sebaiknya digunakan pewarna makanan, jangan pewarna kelas industri. 
sabun ini bisa dapat digunakan untuk digunakan sendiri bahkan untuk usaha home industri untuk lebih praktis anda dapat memesan bahan yang sudah dicampur tinggal ditambah dengan air saja. Sebelum mencampur bahan sabun ke dalam air ada beberapa tempat yang kita perlukan yaitu : 
  •  Ember atau bak yang ada tutupnya (sebaiknya menggunakan ember bekas cat ukuran 15 kg. 
  • Air bersih sebanyak 10 liter (sebaiknya menggunakan air aquades) 
  • Gayung atau tempat mengambil air dengan ukuran kecil (sebaiknya ada takaran ukuran mili)
cara pembuatan

  • Masukan bahan sabun yang sudah di sediakan ke dalam ember 
  •  Masukan air sedikit demi sedikit sambil di aduk sebanyak 1 liter (diusahakan memasukan air jangan langsung ke bahan tetapi di tepi – tepi ember agar tidak langsung berbusa 
  • Aduk hingga rata pelan – pelan saja hingga rata agar busa tidak terlalu banyak  (diusahakan menggunakan tangan karena bahan tersebut tidak bahaya kepermukaan kulit). 
  • Tambahkan air lagi sedikit demi sedikit sambil di aduk sebanyak 1 liter 
  • Aduk hingga rata pelan – pelan saja hingga rata agar busa tidak terlalu banyak 
  • Masukan air terus  sesuai no. 4 dan no. 5 sampai air habis sebanyak 10 liter 
  • Setelah air habis 10 liter aduk rata hingga 5 menit (hasilnya warna hijau busa kecil – kecil) 
  • Kemudian tutup rapat ember tersebut diamkan selama 24 jam 
  •  Lihat hasilnya sabun siap untuk dikemas
Anda penasaran??? jangan khawatir masalah bahan kami juga menyediakannya. klikhttp://www.olx.co.id/iklanku?f=1&t=1

Selamat mencoba semoga sukses. Terima kasih